Sejarah

Terbentuknya Jurusan Teknik Pertambangan diawali pada medio 2000. Dimana pada tahun 2000, Tim ITATS melakukan survei tentang kemungkinan membuka prodi teknik pertambangan ke Dinas ESDM Prov. Jatim , kemudian ke Institut Teknologi Bandung (ITB), dan yang terakhir melakukan survei ke Kementerian ESDM. Setelah melakukan survei ke pihak-pihak terkait, dilakukan persiapan untuk pembukaan prodi teknik pertambangan dengan mengajukan proposal dan permohonan ke Dikti.

Tahun 2002, tepat tanggal 2 Agustus diresmikan dan dibuka jurusan tambang di ITATS. Hal ini menjadi tonggak sejarah
tersendiri bagi ITATS karena ITATS merupakan satu-satunya perguruang tinggi di Jawa Timur yang memiliki Jurusan Pertambangan. Dengan formasi dosen awal berjumlah 6 orang yang sebagian besar berasal dari Dinas ESDM Prov. Jatim.

Dalam perkembangannya, Jurusan Teknik Pertambangan telah melakukan beberapa kerjasama terkait dengan pendidikan formal maupun informal. Diantaranya, Kerjasama antara Fakultas Teknologi Mineral dan Kelautan (FTMK) ITATS dengan Fakultas Teknologi Mineral (FTM) Universitas Pembangunan Nasiona Veteran Yogyakarta (UPNVY) dalam hal pendidikan dan penelitian pada tahun 2011. Kemudian di tahun 2012, Jurusan Teknik Pertambangan ITATS melakukan kerjasama dengan Badan Diklat ESDM berkaitan dengan Diklat Bidang Pertambangan Minerba. Tahun 2014, Jurusan Teknik Pertambangan ITATS bekerjasama dengan Pusdiklat ESDM dan Japan Oil, Gas and Metal Natio
nal Corporation (JOGMEC) melaksanakan Pelatihan “Keselamatan Tambang Batu Bara Bawah Tanah”. Hingga kini tahun 2017, Jurusan Teknik Pertambangan ITATS rutin mengadakan pelatihan tersebut tiap tahunnya, sudah 4 angkatan yang merasakan pelatihan ini. Kemudian di awal tahun 2016, Jurusan Teknik Pertambangan ITATS menjadi tuan rumah untuk Forum Komunikasi (Forkom) Prodi Teknik Pertambangan Se-Indonesia.